Global Warming a.k Kerusakan Hutan
Di Indonesia, perubahan iklim dapat dirasakan di daerah dataran tinggi dan kawasan pegunungan yang suhunya tak sedingin dulu lagi. Bencana global ini justru dipicu aktivitas manusia itu sendiri. Akibatnya alam pun berontak sehingga bumi memanas dan iklim berubah secara global. Deretan bencana pun kian panjang dan beragam, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, gagal panen, hingga konflik-konflik dalam masyarakat. Aktivitas manusia di bidang industri yang membakar hutan telah menyebabkan gas-gas polusi seperti CO2, dan asam nitrat menipiskan dan melubangi lapisan ozon yang merupakan pelindung bumi. Sengatan matahari pun semakin menigkat, gas-gas berbahaya yang seharusnya dipantulkan kembali keangkasa menjadi berputar-putar dibumi, yang disebut efek rumah kaca.
Salah satu pemicu nya adalah kerusakan hutan, hutan di Indonesia yang merupakan salah satu paru-paru dunia memiliki peran penting dalam menegah global warming karena Indonesia memiliki 126,8 juta hektar hutan. Namun saat ini hutan di Indonesia mengalami kerusakan yang sangat parah. Menurut data pemerintahan, sejak tahun 2000-2006 laju kerusakan hutan mencapai 2,72 juta hektar. Kondisi makin diperparah dengan pembakaran hutan guna pembukaan lahan untuk sektor lain. Akibatnya gas-gas berbahaya semakin menigkat dan mempengaruhi iklim bumi.
by.Dewi/11-9a/2007110237
home

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda