Sabtu, 12 Januari 2008

HOT NEWS!!! ternyata global warming juga mempengaruhi perkembangan mikroba....




Pemanasan global ternyata mempengaruhi kehidupan kita. Mulai dari segi ekonomi, sosial budaya dan kesehatan. Perilaku kita pun berinteraksi dengan kondisi pemanasan global sehingga turut mendukung terjadinya gangguan kesehatan. Apakah mungkin? Dari hasil laporan WHO dikatakan peningkatan suhu permukaan bumi juga diikuti oleh peningkatan permukaan laut. Yang mengakibatkan peningkatan risiko terjadinya banjir. Peningkatan suhu permukaan bumi juga mempengaruhi curah hujan. Peningkatan curah hujan juga meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir.
Dalam terjadinya penyakit, pemanasan global juga mempengaruhi perkembangan mikroba. Salah satu contohnya dalam daerah sekitar laut, dikatakan peningkatan suhu permukaan laut menyebabkan peningkatan populasi dari fitoplankton, makanan bagi zooplankton. Ternyata bakteri colera menempel pada zooplankton. Dengan peningkatan makanan bagi zooplankton maka populasi zooplankton akan meningkat, dan akibatnya meningkatkan populasi dan risiko terjadinya penyakit kolera. Interaksi antara hewan perantara penyakit dan manusia pun meningkat. Dengan adanya banjir maka sampah-sampah atau limbah terbawa ke lingkungan manusia, hewan-hewan pengerat pun kehilangan tempat tinggal dan merekan mencari tempat aman yaitu ke pemukiman manusia, hal ini meningkatkan kemungkinan kontak antara manusia dengan hewan pengerat sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit yang diperantarai hewan pengerat.


by.dewi  

Pliz see this video, all about global warming

quick search my posting : 

HOT NEWS!!! ternyata global warming juga mempengaruhi perkembangan mikroba....
Global Warming a.k Kerusakan Hutan
save the climate
Banyaknya es yang mencair
dampak pemanasan global 
salah satu akibat dari GB warming

Jumat, 11 Januari 2008


Dampak Global Warming di Indonesia!!!
-Permukaan laut Indonesia naik 0,8 cm per tahun dan berdampak pada tenggelamnya pulau- pulau nusantara hampir satu meter dalam 15 tahun ke depan.
-Terjadinya pergeseran iklim di mana musim kemarau menjadi lebih panjang sehingga menyebabkan gagal panen, krisis air bersih dan kebakaran hutan.
-Berkurang persediaan air bersih.
-Kenaikan suhu yang ekstrem beberapa waktu belakangan ini, misalnya di Jakarta biasanya 32-34 naik menjadi 36 derajat Celcius.
-Jakarta adalah satu dari 180 kota di dunia yang 70 persen wilayahnya berada di kawasan pantai berelevasi rendah yang terancam oleh naiknya permukaan laut akibat pemanasan global itu.
-Pada 2080 lebih dari 100 juta manusia akan terkena bencana banjir tiap tahun.
-Bahkan pada 2090 diramalkan terjadinya air bah raksasa.
-Dampak lainnya yaitu hilangnya berbagai jenis flaura dan fauna khususnya di Indonesia yang memiliki aneka ragam jenis seperti pemutihan karang seluas 30% atau sebanyak 90-95% karang mati di Kepulauan Seribu akibat naiknya suhu air laut.
-Memicu meningkatnya kasus penyakit tropis seperti malaria dan demam berdarah. Setiap tahunnya di Indonesia semakin banyak pasien penderita penyakit ini.
-Indonesia yang terletak di equator merupakan negara yang pertama sekali akan merasakan dampak perubahan iklim. Dampak tersebut telah dirasakan yaitu pada 1998 menjadi tahun dengan suhu udara terpanas dan semakin meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
-Diperkirakan pada 2070 sekitar 800 ribu rumah yang berada di pesisir harus dipindahkan dan sebanyak 2.000 dari 18 ribu pulau di Indonesia akan tenggelam akibat naiknya air laut.
-Hasil pertanian telah merosot tajam sementara curah hujan berkurang dan tak beraturan, sehingga petani terpaksa meninggalkan lahan mereka agar mereka dapat menghidupi keluarga mereka. (berbagai sumber)

AYO!!! Kapan lagi kita mau bertindak kalau tidak dimulai dari sekarang??? AYO, bersama-sama kita menjadi bagian dari anti global warming!!!!
Pikirkan anak-cucu kita... Sudah saatnya kita menjadi bagian untuk menjaga bumi kita dari kehancurkan yang disebabkan pemanasan global!!
Jangan pernah berpikir,”ngapain guw ikut kegiatan anti global warming, kan guw cuma sendiri, mana ada gunanya?!”... karena kalau semua berpikir hal yang sama, bagaimana bumi kita bisa diselamatkan??? Berpikirlah bahwa banyak orang yang sedang berusaha melawan global warming bersama dengan kamu.


Anti global warming,


_yUNILa_

Kamis, 10 Januari 2008

Pemanasan Global Semakin Mengancam

Para ilmuwan telah menemukan sisa koloni elephant seal (anjing laut besar) di Antartika dekat ross Ice Shelf, berarti iklim daerah ini lebih hangat pada zaman dulu disbanding sekarang. Penemuan tersebut juga memberikan gambaran yang akan terjadi terhadap lempengan es di masa mendatang. Sekarang tempat kawin anjing laut adalah di utara antartika, kebanyakan di pulau terpencil Samudra Selatan. Hewan tersebut memerlukan akses ke perairan terbuka, dan perluasan es di sekeliling benua tersebut sekarang terlalu besar.
Brenda L. Hall dari University of maine dan rekan-rekannya menemukan kulit dan rambut anjing laut serta peninggalan di beberapa tempat di sepanjang pantai Victoria Land di Ross Sea. Penemuan yang dipublikasikan dalam The Proceedings of The National Academy of Sciences, mendemonstrasikan bahwa anjing laut biasanya kawin dan ganti bulu di daerah tersebut. Mereka mengemukakan bahwa pemanasan global telah menyebabkan lempengan es menipis atau menghilang.
Analisis dengan radiocarbon menetapkan bahwa peninggalan tersebut berasal dari 250 tahun hingga lebih dari 6000 tahun yang lalu. Lokasi anjing laut semakin maju sejak 1100 hingga 2300 tahun yang lalu, mengindikasikan bahwa sebelumnya terdapat periode dimana derah tersebut cukup hangat.Banyak ilmuwan khawatir dengan semakin hangatnya iklim, perluasan es besar seperti Ross Ice Shelf akan menepis dan akhirnya akan pecah, bahkan bisa saja terjadi pada abad ini.
© Susan Enjelin 2007110069

Hijau Atapku, Hijau Dompetku

Bila Anda menginginkan lingkungan perkotaan yang lebih hijau, mulailah dari atap. Atap bangunan yang ditutupi dengan tumbuhan dapat membantu mengurangi tagihan listrik dan meningkatkan kualitas udara.
Atap hijau sangat popular di Eropa, dan mulai terkenal di Amerika Utara. Ada yang menggunakan tanaman merambat seperti sedum (tanaman herbal) sementara ada yang lebih menyukai taman, dengan semak-semak atau pohon. Atap hijau memberikan banyak manfaat langsung, tapi bagaimana dengan efek jangka panjang? Para ilmuwan di University of Toronto menyelidiki dampak lingkungan dari atap hijau terhadap masa hidup bangunan.
Mereka menghitung dampak selama 50 tahun pada sebuah bangunan apartemen. Bangunan tersebut berdiri di Madrid, Spanyol dan memiliki atap datar konvensional, serta mendukung pembuatan atap hijau .
Christopher Kennedy, seorang professor bidang tekhnik sipil di universitas dan penulis studi bernama Saiz dan rekan lainnya menjelaskan bahwa efek utama berasal dari penghematan energi. Tumbuhan menyerap lebih sedikit cahaya matahari dibandingkan dengan atap konvensional, dan energi yang diserap digunakan untuk penguapan dan respirasi tumbuhan. Jadi, atap hijau akan membuat bangunan lebih sejuk, dan listrik yang digunakan untuk menyejukkan ruang dalam gedung menjadi berkurang.
Makalah yang dipublikasikan dalam Environmental Science and Technology ini menunjukkan penghematan listrik pada musim panas hingga 6% dan secara keseluruhan 1%. Bila atap hijau dibuat di rumah-rumah, maka dampaknya akan mengurangi “pemanasan pulau” – pemanasan atap dan jalan yang hangus. Pemanasan bumi juga bisa disebabkan oleh awan-awan buangan pesawat. Awan-awan buangan pesawat yang saling silang di daerah penerbangan padat bisa menjadi pemandangan indah, tapi tapi juga diperkirakan memiliki efek terhadap iklim. Hal ini dikarenakan garis awan – yang tercipta saat penguapan dalam mesin jet memadat – dapat menghalangi radiasi sinar matahari dan suhu panas.
Efek tersebut bekerja dengan dua cara: Awan menghalangi sinar matahari yang seharusnya mencapai ke permukaan bumi, dan juga menjerat panas yang memantul dari awan. Ilmuwan menduga efek jaringan ini akan dapt semakin menghangatkan bumi, karena suhu yang terperangkap melebihi sinar matahari yang dihalangi. Dampak lebih besar terjadi pada malam hari, menurut studi yang dilakukan oleh Nicola Stuber dan rekan-rekannya dari University of Reading di Inggris.
Analisis yang dilaporkan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa meskipun penerbangan pada malam hari hanya berjumlah ¼ dari penerbangan total, penerbangan malam hari mengkonstribusikan efek pemanasan hingga lebih dari 80%. Kata para peneliti, selama siang hari, kedua efek saling menutupi. Tapi pada malam hari, tidak ada sinar matahari yang dihalangi oleh awan buatan, sehingga efek menjerat panas lebih dominan.
© Susan Enjelin 2007110069

GLOBAL WARMING

Membuat Resiko Penyakit Infeksi Meningkat
Seiring meningkatnya suhu bumi, kita akan menghadapi perubahan signifikan pola penyakit menular di seluruh penjuru dunia. Perubahan seperti apa yang akan terjadi masih belum jelas, tapi para ilmuwan sepakat bahwa perubahan tersebut bukan kabar baik.
“ Perubahan lingkungan selalu terkait dengan munculnya penyakit baru atau timbulnya penyakit lama di tempat-tempat baru. Dengan semakin banyak perubahan, maka kita pasti akan banyak menemukan banyak kejutan,” kata Stephen Morse dari Columbia University, dalam Rapat Umum American Society for microbiology ke-107 di Toronto.
“ Penyakit-penyakit yang dibawa oleh serangga dan kutu lebih cenderung terpengaruh perubahan lingkungan karena makhluk-makhluk tersebut sangat sensitive terhadap tipe tumbuh-tumbuhan, suhu, kelembaban, dan sebagainya. Meskipun demikian, arah perubahan – apakah penyakit akan bertambah atau berkurang – cukup sulit untuk diprediksi, karena transmisi penyakit meliputi banyak factor, ada factor yang akan meningkat dan ada yang menurun sesuai dengan perubahan lingkungan.
Kombinasi dari catatan penyakit historikaldan pengamatan di bumi, satelit jaraj jauh dan data lain, serta model prediktif yang baik diperlukan untuk menjelaskan penyakit menular di masa lalu, menjelaskan penyakit masa sekarang, dan memprediksi penyakit di masa mendatang,: kata David Rogers dari Oxford University.
Salah satu dampak peningkatan suhu global dapat diprediksi dengan cukup akurat, kata Morse. Di daerah pegunungan, malaria tidak dapat ditransmisikan di atas ketinggian tertentu karena suhu yang terlalu dingin tidak disukai nyamuk. Bila suhu meningkat, garis malaria ini akan meningkat juga. “ Salah satu indikator kenaikan suhu global pertama adalah kenaikan garis gunung malaria,” kata Morse.
Perubahan lazim lainnya adalah musim flu. Influenza adalah penyakit sepanjang tahun di daerah tropis. Bila massa udara di daerah tropis di ekuator bumi meluas, maka akan muncul area baru dengan influenza terjadi sepanjang tahun. Cuaca ekstrim juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit baru. Dengan perubahan frekuensi, intensitas, dan durasi kejadian cuaca ekstrim, suplai air juga semakin berisiko, menurut Joan Rose dari Michigan State University.
“ Angin ribut, topan, tornado, dan badai berintensitas tinggi telah memperburuk kondisi infrastruktur air minum yang sudah tua dan infrastruktur air limbah, bercampurnya kotoran dan suplai air, mengangkat patogen dari sedimen dan menyebabkan populasi besar harus bernaung di tempat perlindungan sementara. Kita menghadapi resiko yang lebih besar dibanding sebelumnya terhadap penyakit menular karena meningkatnya kejadian cuaca ekstrim,” kata Rose.
Selain itu, ada juga efek tidak langsung dari perubahan iklim terhadap penyakit menular. Sebagai contoh, efek pemanasan global dalam bidang pertanian dapat menyebabkan perubahan transmisi dan distribusi penyakit yang signifikan, kata Morse.
“ Saya mengkhawatirkan perubahan iklim dan saya setuju bahwa kita harus melakukan sesuatu,” kata Morse. “ Bila tidak, kita hanya bisa berharap pada keberuntungan.”
Jadi, apa yang dapat kita lakukan saat ini? Kendalikan apa yang kita makan, dan rutin berolahraga agar tubuh kita lebih kokoh terhadap berbagai macam penyakit.
© Susan Enjelin 2007110069

8 Cara Mendapatkan Rumah Hijau:

 Ganti penerangan rumah dengan lampu fluorescent yang lebih hemat energi
 Cek dan bersihkan AC dan alat pendingin lain secara rutin
 Gunakan material- material yang bebas racun atau bahan organik berbahaya
 Pilihlah bahan bangunan yang bisa di daur ulang atau yang masa tumbuhnya tidak terlalu
lama, seperti bambu
 Tanami perkarangan rumah dengan tumbuhan besar yang mampu mengurangi cahaya
matahari yang masuk ke rumah
 Gunakan tanaman local, karena lebih mampu beradaptasi dengan kondisi tanah setempat,
sehingga tidak harus diberi perawatan extra. Dengan cara ini, Anda dapat mengurangi
pemakaian pupuk, pestisida, dan air.
© Susan Enjelin 2007110069

Green building

Salah satu cara mengurangi pemanasan global yang sedang populer di kalangan properti di Amerika Serikat adalah pembuatan “green building”. Pembangunan green building dirasa sudah mendesak karena ternyata bangunan memberi andil cukup besar terhadap pemanasan global.
USGBC (United State Green Building Council) menyebutkan, bangunan menghasilkan 65% dari total listrik yang digunakan di seluruh Negara Amerika Serikat, menyumbang 30% menghasilkan 65% dari total listrik yang digunakan di seluruh Negara Amerika Serikat , menyumbang 30% gas rumah kaca, menghasilkan 30% sampah (yang berarti menghasilkan 30% gas metan), dan menggunakan 12% dari keseluruhan total air.
Jika bangunan menggunakan prinsip green building, otomatis angka- angka tersebut bisa dikurangi. Survey USGBC membuktikan, bahwa bangunan yang menggunakan prinsip green building mampu menurunkan penggunaan energi hingga 30%, mengurangi pemakaian air hingga 50% dan mengurangi sampah hingga 90%. Selain berdampak positif terhadap iklim dunia, pengurangan energi dan air serta sampah mampu memberikan keuntungan financial bagi pengelola bangunan.
© Susan Enjelin 2007110069

Rabu, 09 Januari 2008

Ayo mulai berantas global warming!!!

Guys!! ayo kita mulai menjadi aktivis global warming... kita ga perlu ikut lembaga-lembaga tertentu, karena menjadi aktivis itu bisa secara individual..lalu, gimana caranya??!
cara-cara yang bisa kita lakuin:
  • mulai saat ini coba naik bis/angkot/bemo/ojek/kendaraan umum lain, spy ga naik mobil pribadi, jadi bisa ngurangin polusi udara..
  • mulai membatasi produksi sampah, misalnya sampah plastik, sebisa mungkin kita ngirit deh!=D
  • sebisa mungkin, irit dalam berbagai hal seperti listrik, air, kertas, AC, dll..
  • coba deh, untuk beli tas belanja jadi kalo kita belanja di pasar/mall, kita gak perlu bawa pulang plastik-plastik...
  • oh ya, gimana kalo mulai menanam pohon di halaman rumah, selain rumah lebih adem, pohon juga bisa ikut mengatasi global warming!!=)
  • oh ya, ternyata beberapa parfum mengandung gas yang merusak lapisan ozon bumi kita, coba deh, kita kurangi pemakaian parfum..
  • STOP MEROKOK!!
  • Reduce! Reuse! Recycle!
  • dan masih banyaaakk cara lainnya!!

guys! percayalah, memang kita susah untuk menahan ego kita, tapi apa yang kita lakuin untuk anti global warming, akan berdampak baik untuk anak cucu kita...

anti global warming,

_yUNILa_

Sampah ikut menyebabkan global warmning loh!!


SAMPAH!!!! Uuurrrggg!!! Sampah slalu menumpuk dimana-mana termasuk di rumah kita. Berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap hari??? Padahal, sampah bisa ikut menyebabkan global warming lohh!!! Alasannya, sampah-sampah yang dikumpulin di TPA menghasilkan zat berbahaya yaitu gas methana ato CH4 sehingga menimbulkan pencemaran seperti pencemaran udara, pencemaran air tanah, dan berkembangbiaknya penyakit menular. Di negara kita ini ada 450 TPA yang ngasilin gas Methana! Dengan meningkatnya aktivitas dan jumlah penduduk, jumlah sampah juga meningkat. Timbunan sampah kota diperkirakan meningkat lima kali lipat tahun 2020. Kalau tahun 1995 jumlah rata-rata produksi sampah perkotaan di indonesia 0,8 kg per kapita per hari, tahun 2000 menjadi 1,0 kg, maka tahun 2020 diperkirakan 2,1 kg per kapita. Nah, sampah sebanyak 1000 ton akan menghasilkan gas methana sebesar 56 persen. Sekarang, kita bisa hitung banyaknya gas methana yang dihasilkan pada tahun 2020 dari sampah-sampah kita!



anti global warming,


_yUNILa_

Selasa, 08 Januari 2008

Pencemaran Air

Penyebab dan Dampak Pencemaran Air
Penyebab Pencemaran air yang paling umum adalah limbah pemukiman,limbah pertanian dan limbah perindustrian.
1. Limbah pemukiman
Limbah pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri. Contohnya sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik sepertikertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit. Sampah-sampah ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri (non biodegrable). Sampah organik yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakan bakteri untuk proses pembusukannya. Apabila sampah anorganik yang dibuang ke sungai, cahaya matahari dapat terhalang dan menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen. Salah satu contohnya adalah deterjen. Deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air. Pada saat ini hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen, padahal limbah deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri.Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau. Fosfat ini merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan terhambatnya proses fotosintesis.
Jika tumbuhan air ini mati, maka terjadilah proses pembusukan yang akan menghabiskan persediaan oksigen dan menyebabkan pendangkalan.
2. LimbahPertanian
Pupuk dan pestisidas biasa di gunakan oleh petani untuk merawat tanamannya. Apabila penggunaan pupuk dan pestisida secara berlebihan maka akan mencemari air.Limbah pupuk mengandung fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan gulma air. Pertumbuhan gulma air yang tidak terkendali ini menimbulkan dampak seperti yang diakibatkan pencemaran oleh deterjen.
Limbah pestisida mempunyai aktifitas dalam jangka waktu yang lama dan ketika terbawa aliran air keluar dari daerah pertanian, dapat mematikan hewan seperti ikan, udang dan hewan air lainnya. Pestisida mempunyai sifat relatif tidak larut dalam air, tetapi mudah larut dan cenderung konsentrasinya meningkat dalam lemak dan sel-sel tubuh mahluk hidup disebut Biological Amplification, sehingga apabila masuk dalam rantai makanan konsentrasinya makin tinggi dan akhirnya pada konsumen puncak. Contohnya ketika di dalam tubuh ikan kadarnya 6 ppm, di dalam tubuh burung pemakan ikan kadarnya naik menjadi 100 ppm dan akan meningkat terus sampai konsumen puncak.
3. Limbah industri
Limbah industri berpotensial sebagai penyebab terjadinya pencemaran air. Pada umunya limbah industri mengandung limbah B3 yaitu bahan berbahaya dan beracun
limbah B3 adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup sehingga membahayakan kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan mahluk lainnya. Karakteristik limbah B3 adalah korosif atau menyebabkan karat, mudah terbakar dan meledak, bersifat toksik atau beracun dan menyebabkan infeksi. Limbah industri yang berbahaya adalah yang mengandung logam dan cairan asam. Misalnya limbah yang dihasilkan industri pelapisan logam, yang mengandung tembaga dan nikel serta cairan asam sianida, asam borat, asam kromat, asam nitrat dan asam fosfat. Limbah ini bersifat korosif, dapat mematikan tumbuhan dan hewan air. Sedangkan pada manusia menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, mengganggu pernafasan dan menyebabkan penyakit kanker.
Logam yang paling berbahaya dari limbah industri adalah merkuri atau yang dikenal juga sebagai air raksa (Hg) atau air perak. Limbah yang mengandung merkurei selain berasal dari industri logam juga berasal dari industri kosmetik, batu baterai, plastik dan sebagainya. Di Jepang antara tahun 1953- 1960, lebih dari 100 orang meninggal atau cacat karena mengkonsumsi ikan yang berasal dari Teluk Minamata. Di karenakan teluk ini telah dicemari oleh merkuri yang bearasal dari sebuah pabrik plastik. Bila merkuri masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pencernaan, dapat menyebabkan kerusakan akut pada ginjal sedangkan pada anak-anak dapat menyebabkan Pink Disease atau acrodynia, alergi kulit dan kawasaki disease atau mucocutaneous lymph node syndrome.




Pencemaran Air

Air merupakan sumber yang penting bagi kehidupan manusia. Tanpa air dunia akan menjadi sebuah planet yang tidak bernyawa. 3/4 bagian dari bumi diliputi oleh air dan lebih 2/3 daripada berat badan manusia adalah air. Pada umumnya, seorang manusia akan menggunakan 1,000 liter air setahun sebagai minuman.

Tahukah anda, warna dan bau air boleh memberitahu kita apa yang terjadi pada air. Antara lain:
1. Air berwarna hijau
Terdapat tumbuhan kecil yang dinamakan rumpair yang tumbuh di dalamnya.
2. Air berlumpur
Terdapat kandungan kelodakan atau mendapan yang tinggi menyebabkan ikan
sukar bernafas.
3. Lapisan berkilau
Berlaku tumpahan minyak di permukaan air
4. Busa atau berbuih
Kemungkinan sabun dari rumah atau kilang yang mengalir ke dalamnya.
5. Berbau seperti telur busuk
Terdapat kumbahan.
6. Lapisan kuning jingga atau kemerahan di permukaan air
Kilang membuang bahan pencemaran ke dalam anak sungai.

PENCEMARAN AIR

Pencemaran air berlaku apabila perubahan berlaku dari segi kandungan, keadaan dan warna sehingga tidak sesuai dan memberi kesan apabila digunakan. Pencemaran berlaku sama ada dari segi biologi, kimia dan fizik. Pencemaran air bukan hannya berlaku di sungai tetapi juga di laut dan ianya boleh berlaku secara sengaja atau tidak. Pencemaran ini lebih kepada bahan pencemar dari kilang.

Punca Pencemaran

Kumuhan kilang - kebanyakan kumuhan kilang seperti sisa toksid dibuang ke sungai atau laut.
Sikap individu - pembuangan bahan-bahan buangan seperti sampah, minyak dan najis.
Aktiviti Pertanian - penerokaan tanah untuk dijadikan kawasan pertanian menyebabkan hakisan tanah yang seterusnya mengakibatkan mendekan berlaku. Mendekan in akan mencetekkan sungai dan menjadikan air sungai menjadi keruh.

Kesan Pencemaran

Kesihatan manusia - bakteria. virus, parasit dan bahan kimia yang lain.
Haiwan - Hidupan air seperti ikan, siput, udang atau ketam akan mati dengan tumpahan minyak, pembuangan sampah dan sisa toksid.

Sumber : Pencemaran Alam Sekitar, Siri Pencemaran Alam, Jasiman Ahmad, Eddiplex Sdn. Bhd. 1996

Sumber Pencemaran Air

Sumber pencemaran air

Banyak penyebab pencemaran air tetapi secara umum dapat dikategorikan sebagai sumber kontaminan langsung dan tidak langsung. Sumber langsung meliputi efluen yang keluar dari industri, TPA (tempat Pembuangan Akhir Sampah), dan sebagainya. Sumber tidak langsung yaitu kontaminan yang memasuki badan air dari tanah, air tanah, atau atmosfer berupa hujan. Tanah dan air tanah mengandung mengandung sisa dari aktivitas pertanian seperti pupuk dan pestisida. Kontaminan dari atmosfer juga berasal dari aktivitas manusia yaitu pencemaran udara yang menghasilkan hujan asam.

Pencemar

Pencemar air dapat diklasifikasikan sebagai organik, anorganik, radioaktif, dan asam/basa. Kebanyakan sisa zat kimia tersebut dibuang ke badan air atau air tanah. Pestisida, deterjen, PCBs, dan PCPs (polychlorinated phenols), adalah salah satu contohnya. Pestisida dgunakan di pertanian, kehutanan dan rumah tangga. PCB, walaupun telah jarang digunakan di alat-alat baru, masih terdapat di alat-alat elektronik lama sebagai insulator, PCP dapat ditemukan sebagai pengawet kayu, dan deterjen digunakan secara luas sebagai zat pembersih di rumah tangga.

Dampak Pencemaran Air

Pencemaran air berdampak luas, misalnya dapat meracuni sumber air minum, meracuni makanan hewan, ketidakseimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam, dan sebagainya.
Di badan air, sungai dan danau, nitrogen dan fosfat (dari kegiatan pertanian) telah menyebabkan pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali (eutrofikasi berlebihan). Ledakan pertumbuhan ini menyebabkan oksigen, yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air tersebut mati, dekomposisi mereka menyedot lebih banyak oksigen. Sebagai akibatnya, ikan akan mati, dan aktivitas bakteri menurun.

Langkah Penyelesaian

Dalam keseharian kita, kita dapat mengurangi pencemaran air, dengan cara mengurangi jumlah sampah yang kita produksi setiap hari (minimize), mendaur ulang (recycle), mendaur pakai (reuse).
Kita pun perlu memperhatikan bahan kimia yang kita buang dari rumah kita. Karena saat ini kita telah menjadi "masyarakat kimia", yang menggunakan ratusan jenis zat kimia dalam keseharian kita, seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, memupuk tanaman, dan sebagainya.
Menjadi konsumen yang bertanggung jawab merupakan tindakan yang bijaksana. Sebagai contoh, kritis terhadap barang yang dikonsumsi, apakah nantinya akan menjadi sumber pencemar yang persisten, eksplosif, korosif dan beracun, atau degradable (dapat didegradasi) alam ? Apakah barang yang kita konsumsi nantinya dapat meracuni manusia, hewan, dan tumbuhan, aman bagi mahluk hidup dan lingkungan ?
Teknologi dapat kita gunakan untuk mengatasi pencemaran air. Instalasi pengolahan air bersih, instalasi pengolahan air limbah, yang dioperasikan dan dipelihara baik, mampu menghilangkan substansi beracun dari air yang tercemar. Walaupun demikian, langkah pencegahan tentunya lebih efektif dan bijaksana.

Senin, 07 Januari 2008

salah satu akibat dari GB warming

Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.

by. dewi/2007110237


Home

dampak pemanasan global


Dampak Pemanasan Global:

Menurut perkiraan, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1-5°C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5°C sekitar tahun 2030.

Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

Mekanisme terjadinya efek rumah kaca adalah sebagai berikut: Bumi secara konstan menerima energi, kebanyakan dari sinar matahari tetapi sebagian juga diperoleh dari bumi itu sendiri, yakni melalui energi yang dibebaskan dari proses radioaktif (Holum, 1998:237). Sinar tampak dan sinar ultraviolet yang dipancarkan dari matahari. Radiasi sinar tersebut sebagian dipantulkan oleh atmosfer dan sebagian sampai di permukaan bumi. Di permukaan bumi sebagian radiasi sinar tersebut ada yang dipantulkan dan ada yang diserap oleh permukaan bumi dan menghangatkannya. 

by.DEWI/9a/2007110237

Home

banyaknya es yang mencair

Pada saat ini, Bumi menghadapi pemanasan yang cepat, yang oleh para ilmuan dianggap disebabkan aktifitas manusia. Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari Matahari yang dipancarkan ke Bumi.

Rata-rata temperatur permukaan Bumi sekitar 15°C (59°F). Selama seratus tahun terakhir, rata-rata temperatur ini telah meningkat sebesar 0,6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit).

Para ilmuan memperkirakan pemanasan lebih jauh hingga 1,4 - 5,8 derajat Celsius (2,5 - 10,4 derajat Fahrenheit) pada tahun 2100. Kenaikan temperatur ini akan mengakibatkan mencairnya es di kutub dan menghangatkan lautan, yang mengakibatkan meningkatnya volume lautan serta menaikkan permukaannya sekitar 9 - 100 cm (4 - 40 inchi), menimbulkan banjir di daerah pantai, bahkan dapat menenggelamkan pulau-pulau.

Beberapa daerah dengan iklim yang hangat akan menerima curah hujan yang lebih tinggi, tetapi tanah juga akan lebih cepat kering. Kekeringan tanah ini akan merusak tanaman bahkan menghancurkan suplai makanan di beberapa tempat di dunia.

Hewan dan tanaman akan bermigrasi ke arah kutub yang lebih dingin dan spesies yang tidak mampu berpindah akan musnah.

Potensi kerusakan yang ditimbulkan oleh pemanasan global ini sangat besar sehingga ilmuan-ilmuan ternama dunia menyerukan perlunya kerjasama internasional serta reaksi yang cepat untuk mengatasi masalah ini.

by.dewi/2007110237

Home

save the climate

Pada saat ini, Bumi menghadapi pemanasan yang cepat, yang oleh para ilmuan dianggap disebabkan aktifitas manusia. Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari Matahari yang dipancarkan ke Bumi.

Rata-rata temperatur permukaan Bumi sekitar 15°C (59°F). Selama seratus tahun terakhir, rata-rata temperatur ini telah meningkat sebesar 0,6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit).

Para ilmuan memperkirakan pemanasan lebih jauh hingga 1,4 - 5,8 derajat Celsius (2,5 - 10,4 derajat Fahrenheit) pada tahun 2100. Kenaikan temperatur ini akan mengakibatkan mencairnya es di kutub dan menghangatkan lautan, yang mengakibatkan meningkatnya volume lautan serta menaikkan permukaannya sekitar 9 - 100 cm (4 - 40 inchi), menimbulkan banjir di daerah pantai, bahkan dapat menenggelamkan pulau-pulau.

Beberapa daerah dengan iklim yang hangat akan menerima curah hujan yang lebih tinggi, tetapi tanah juga akan lebih cepat kering. Kekeringan tanah ini akan merusak tanaman bahkan menghancurkan suplai makanan di beberapa tempat di dunia.

Hewan dan tanaman akan bermigrasi ke arah kutub yang lebih dingin dan spesies yang tidak mampu berpindah akan musnah.

Potensi kerusakan yang ditimbulkan oleh pemanasan global ini sangat besar sehingga ilmuan-ilmuan ternama dunia menyerukan perlunya kerjasama internasional serta reaksi yang cepat untuk mengatasi masalah ini.



by. dewi

Home

Kamis, 03 Januari 2008

Global Warming a.k Kerusakan Hutan

Di Indonesia, perubahan iklim dapat dirasakan di daerah dataran tinggi dan kawasan pegunungan yang suhunya tak sedingin dulu lagi. Bencana global ini justru dipicu aktivitas manusia itu sendiri. Akibatnya alam pun berontak sehingga bumi memanas dan iklim berubah secara global. Deretan bencana pun kian panjang dan beragam, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, gagal panen, hingga konflik-konflik dalam masyarakat. Aktivitas manusia di bidang industri yang membakar hutan telah menyebabkan gas-gas polusi seperti CO2, dan asam nitrat menipiskan dan melubangi lapisan ozon yang merupakan pelindung bumi. Sengatan matahari pun semakin menigkat, gas-gas berbahaya yang seharusnya dipantulkan kembali keangkasa menjadi berputar-putar dibumi, yang disebut efek rumah kaca.

Salah satu pemicu nya adalah kerusakan hutan, hutan di Indonesia yang merupakan salah satu paru-paru dunia memiliki peran penting dalam menegah global warming karena Indonesia memiliki 126,8 juta hektar hutan. Namun saat ini hutan di Indonesia mengalami kerusakan yang sangat parah. Menurut data pemerintahan, sejak tahun 2000-2006 laju kerusakan hutan mencapai 2,72 juta hektar. Kondisi makin diperparah dengan pembakaran hutan guna pembukaan lahan untuk sektor lain. Akibatnya gas-gas berbahaya semakin menigkat dan mempengaruhi iklim bumi.


by.Dewi/11-9a/2007110237

home