Sabtu, 15 Desember 2007

Save the world

“KEEP THEM HEALTHY THEY ‘LL KEEP YOU HEALTHY”Bagaimana perasaan kalian ketika mencerna sepenggal kalimat tersebut? Apakah selama ini kalian menjaga dia? Apakah kalian melindungi dia? Apakah kalian peduli dengan dia? Apakah kalian tau bagaimana cara menjaga dia? Dari bukti-bukti yang ada, jawaban dari semua itu adalah TIDAK. Tapi bagaimana menurut anda?cantumkan comment anda

Jumat, 07 Desember 2007

Efek Runmah Kaca

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam
rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin (mencapai -180 C) sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.

The causes of global warming

beberapa hal yang menyababkan terjadinya pemanasan global adalah:
- efek rumah kaca, sebenarnya rumah kaca sangat dibutuhkan dalam kehidupan makhluk hidup. Tapi karena jumlahnya yang terus meningkat seiring berjalannya waktu maka jumlah gas-gas yang dihasilkan oleh rumah kaca juga semakin meningkat dan ini menyebabkan suhu di permukaan bumi bertambah,yang sering disebut sebagai pemanasan global
- efek umpan balik, bisa disebabkan karena penguapan air, pengaruh awan, albedo oleh es dan permafrost
- variasi matahari, pada suatu penelitian dikatan juga bahwa matahari ikut berkontribusi pada meningkatnya suhu di bumi bahkan bekisar mencapai 45-50 %

untuk lebih lanjutnya, kita akan memberikan penjelasan lebih jauh mengenai hal ini...

our story to make this blog

hi all...we make this blog, actually is for mass communication assignment from our lecturer, Mr. Rendro Dhani Soehoed, Msi. At the beginning, we were so confuse because all of us do not have experience to make a blog and what will we choose for the theme. And someday we were thinking and discussed about global warming issue that we have seen and read from newspaper and magazines. As a teenagers, we don't care what happening with our environment but after we read further about global warming, we decided to take this issue. The fact is, it's so scary when you know what the causes of global warming. So that we make this blog, not oly for our assignment but also to inform all of you to more aware with our world and our environment. Hope you like it ^^

global warming a.k.a pemanasan global

Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Temperatur rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir.
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.
Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan temperatur permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Adanya beberapa hasil yang berbeda diakibatkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda pula dari emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang juga akibat model-model dengan sensitivitas iklim yang berbeda pula.
Walaupun sebagian besar penelitian memfokuskan diri pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun jika tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya temperatur global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya muka air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola
presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi
Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.